Sejarah Desa Bator Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan


Setiap daerah maupun desa pasti memiliki sejarah dan latar belakang yang berbeda-beda. Sejarah daerah atau desa sering tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwarisi secara turun temurun ceritanya secara lisan, sehingga sulit untuk dibuktikan kebenarannya, dan tidak jarang dongeng-dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat-tempat yang dianggap keramat. Dalam hal ini Desa Bator juga memiliki hal yang sama dengan cerita-cerita rakyat tersebut. 

Desa Bator berasal dari cerita yang bermula dari seorang laki-laki yang taat pada kepercayaan yang pada saat itu sembahannya adalah laut. Karena Desa Bator dekat dengan laut, dan mencukupi kebutuhannya dari hasil laut, logika yang dibangun oleh masyarakat pada saat itu adalah cara menghargai apa yang telah memberi kecukupan dari kebutuhan sehari-hari, oleh sebab itu masyarakat membawa sesajen setiap hari kamis sore atau malam jum’at yang diserahkan pada laut.

Laki-laki yang dianggap imam oleh masyarakat Bator sangat disegani dan dihormati, seluruh ucapan dan perintahnya selalu diikuti dengan takdim. Hingga suatu ketika, laki-laki itu mator pada masyarakat untuk menjaga laut. Setelah lelaki itu meninggal dan masyarakat bersepakat untuk menamai Desa dengan nama Bator yang bermula dari bahasa madura halus yakni mator, yang artinya berucap atau berbicara dan bisa diartikan berpesan. Namun hingga saat ini isi pesan itu masih diartikan kabur, ada yang mengartikan untuk menjaga laut, ada juga yang mengartikan untuk selalu memberi sesajen pada laut, agar laut tidak marah. Pengertian yang demikian diyakini oleh masyarakat Bator terhadap sejarah desanya sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar