Pendidikan di Desa Bator

Pendidikan di Desa Bator

Pendidikan adalah hal yang utama untuk menentukan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) juga memberi pengaruh pada perkembangan perekonomian individu. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan berpengaruh juga pada tingkat kecakapan masyarakat yang mempengaruhi pula kualitas individu, keterampilan, kewirausahaan bahkan membangun lapangan pekerjaan baru untuk individu lainnya. 

Di desa Bator, jenjang tingkat pendidikan termasuk bagus, karena dari tingkat PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama. Di Desa Bator memiliki tiga SDN (Sekolah Dasar Negeri) dengan jumlah murid keseluruhan 629 anak didik dan 34 guru yanng menyebar di tiga Sekolah Dasar Negeri yang ada di Desa Bator. 

Dalam tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) Desa Bator hanya memiliki 1 SMPN dengan jumlah murid 713 dengan pengajar 44 guru. Lembaga pendidikan dalam binaan kementrian agama, di desa Bator memilki 6 Diniyah dengan jumlah santri 479 dan 1 Pondok Pesantren dengan jumlah santri 22. Di Desa Bator tidak ada SMA (Sekolah Menengan Atas), tetapi bukan berarti masyarakat yang memiliki usia wajib sekolah sembilan tahun menghentikan pendidikannya. Siswa-siswi yang sudah menempuh SMP di desa bator langsung melanjutkan sekolahnya di Aliyah, yang letaknya di dalam pesantren yang ada di Desa Bator

Bagi siswa-siswi yang menginginkan meneruskan pendidikannya di SMA Negeri, harus sekolah di kota atau berbeda kecamatan. Tapi mayoritas siswa-siswi melanjutkan pendidikan tingkat menengah keatas di Sekolah Aliyah yang ada di dalam pesantren. Ada juga sebagian lulusan dari sekolah tingkat menengah keatas yang melanjutkan pendididikan ke jenjang lebih tinggi, seperti Kuliah dan sekolah Pelayaran. Namun, jumlahnya tidak banyak, kurang lebih 10 orang dari jumlah penduduk yang ada di Desa Bator.  

Dari data yang ada di lapangan membuktikan bahwa penduduk Desa Bator hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar dua belas tahun (SD, SMP, dan SMA). SDM yang ada di Desa Bator dirasa cukup mendapatkan pendidikan sekolah, hanya saja di sana memilki sekolah yang cukup sedikit. Sarana pendidikan di Desa Bator yang berbasis pendidikan Negeri hanya tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun (DS dan SMP), untuk sarana tingkat menengah keatas yang berbasis Pendidikan Negeri berada di kota atau berbeda kecamatan yang membutuhkan jarak tempuh jauh dan ditempuh dengan angkutan umum atau pribadi. 

Untuk menyikapi fenomena yang ada di lapangan, Desa Bator membutuhkan keterampilan bagi siswa dan siswi yang sudah menempuh sekolah menengah keatas, yakni pelatihan dan kursus. Namun, sarana dan lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Bator bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkembang. 

Berdasarkan hasil observasi lapangan yang telah kelompok kami lakukan dapat diketahui bahwa untuk fasilitas bangunan sekolah yang ada di desa Bilangan rata-rata sudah memadai, mulai dari ruang kelas, ruang kantor, halaman dan lapangan tempat upacara maupun lapangan olahraga, beberapa sekolah memiliki ruang perpustakaan akan tetapi perpustakaan tersebut kurang dimanfaatkan karena dijadikan sebagai ruang kelas. Sehingga untuk ruang perpustakaan sementara di non aktifkan. Fasilitas ruang kelas yang sudah memadai, hal ini dapat dilihat dari media pembelajaran yang digunakan, ruangan kelas yang tertata rapi, bersih, terdapat empat kipas angin setiap kelas dan disediakan peralatan kebersihan oleh pihak sekolah. Untuk  fasilitas kantor guru  juga sudah memadai mulai dari alat-alat kantor maupun perlengkapan kantor lainnya dan ruangan kantor yang luas. Peralatan kantor juga sudah dilengkapi dengan peralatan komputer dan printer.

0 komentar:

Posting Komentar